Fraud !!

•January 1, 2010 • Leave a Comment

Dalam posting sebeluuuummmnya *karna lama ga posting jadi kata “sebelumnya” jd panjang* saya udah membahas tentang pengertian korupsi asal kata korupsi dan sebagainya. Kali ini saya ingin mengulas korupsi dengan sudut pandang lebih luas. ternyata korupsi tidak melulu tentang uang seperti yang kita kenal. Ada istilah yang lebih luas yang berhubungan erat dengan korupsi, yakni Fraud!!

Fraud, sengaja tak saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia karena tak ada kata dalam bahasa Indonesia yang dapat mengartikan atau menggantikan istilah fraud. Fraud tak hanya sempit diartikan sebagai kecurangan, dalam dunia keuangan fraud bisa berarti pencurian (pasal 362 KUHP), pemerasan dan pengancaman (pasal 368 KUHP), penggelapan (pasal 372 KUHP), perbuatan curang (pasal 378 KUHP), dan sebagainya.

Secara umum Webster’s New World Dictionary mendefinisikan kata fraud sebagai suatu pembohongan atau penipuan (deception) yang dilakukan demi keuntungan pribadi. Menurut Black’s Law Dictionary, fraud adalah berbagai sarana yang dapat direncanakan oleh manusia yang menggunakan kecerdasannya untuk mendapat keuntungan dari orang lain dengan memberi saran yang menyesatkan atau menutupi kebenaran. Fraud mencakup semua cara tak terduga, penuh siasat, licik, tersembunyi, serta setiap cara yang tidak jujur di mana ada pihak lainnya yang tertipu (menjadi korban).

Bologna dan Lindquist (Fraud Auditing and Forensic Accounting,1995, 10) mendefinisikan fraud sebagai ketidakjujuran dalam bentuk penipuan yang disengaja atau secara sengaja memberikan gambaran yang salah mengenai suatu fakta yang material. Secara harfiah fraud juga bisa berarti kebohongan, sengaja menceritakan hal yang tidak benar, mengambil keuntungan secara tidak adil atau tidak sah dari pihak lain.

International Standards of Auditing (ISA) seksi 240–The Auditor’s Responsibility to Consider Fraud in an Audit of Financial Statements paragraf 6 mendefinisikan fraud sebagai:

“…tindakan yang disengaja oleh anggota manajemen perusahaan, pihak yang berperan dalam governance perusahaan, karyawan, atau pihak ketiga yang melakukan pembohongan atau penipuan untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil atau ilegal”.

Sedangkan dalam Standar Auditing yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) fraud diterjemahkan sebagai kecurangan. Dalam kaitannya dengan pelaporan keuangan, auditor berkepentingan untuk menguji apakah suatu tindakan yang mengancung fraud mengakibatkan salah saji (misstatement) dalam pelaporan keuangan.

Secara sederhana kata fraud, penipuan yang disengaja (intentional deception), kebohongan (lying), curang (cheating), dan pencurian (stealing) adalah kata-kata yang saling bersinonim meskipun pemahamannya bisa berbeda-beda tergantung konteks kasus yang terjadi. Penipuan yang disengaja bisa disebut fraud ketika seorang pegawai dengan sengaja me-mark-up pengadaan barang dan jasa dalam instansi pemerintah untuk kepentingan pribadinya. Kebohongan bisa disebut fraud ketika pegawai sengaja tidak melaporkan transaksi akuntansi yang terjadi demi mengeruk keuntungan. Kecurangan disebut fraud ketika pegawai sengaja memanipulasi laporan keuangan entitas agar laporan keuangan terlihat “indah”. Kecurangan ini biasa disebut fraudulent financial reporting atau kecurangan dalam pelaporan keuangan. Pencurian disebut fraud ketika seorang pegawai dengan sengaja mencuri kas atau persediaan perusahaan dengan berbagai cara kemudian memanipulasi dokumen-dokumen untuk menghilangkan bukti kejahatannya. Bentuk kecurangan ini lebih dikenal dengan missappropriation of assets atau penyalahgunaan aktiva. Kasus-kasus fraudulent financial reporting dan missappropriation of assets ini merupakan kasus fraud yang umum terjadi baik di entitas swasta maupun pemerintah.

Kata fraud, penipuan yang disengaja (intentional deception), kebohongan (lying), dan curang (cheating) memiliki antonim kejujuran (truth), keadilan (justice), kewajaran (fairness), dan kesamaan (equity). Fraud juga bisa berupa pemaksaan terhadap seseorang untuk berkelakuan melawan keinginannya. Misalnya, seorang pegawai yang terbiasa jujur, namun karena ada kesempatan dan kondisi ekonomi yang menghimpit maka pegawai tersebut melakukan kecurangan-kecurangan yang menguntungkan pribadinya.

Contoh fraud atas kas yang paling umum di dunia bisnis adalah lapping dan kitting. Secara sederhana lapping didefinisikan sebagai suatu cara penggelapan uang kas dengan cara mengundur-undur pencatatan penerimaan kas. Hal ini dapat dilakukan untuk waktu yang tidak terlalu lama, dan mungkin juga dapat dilakukan untuk waktu yang sangat lama.  Sedangkan kitting merupakan suatu jenis penyelewengan dengan cara tidak mencatat pembayaran tetapi mencatat penyetorannya dalam hal melakukan transfer bank. Disamping itu kitting juga dapat dilakukan dengan cara “window dressing”. Yang dimaksud dengan window dressing adalah yaitu bahwa keadaan posisi kas di bank dibuat lebih baik dari keadaan sebenarnya. Jadi keadaan kas yang sebenarnya tidak baik (kekurangan kas) dibuat menjadi lebih baik dengan menaikkan posisi atau nilai kas tersebut dari keadaan yang sebenarnya. Dengan demikian, akibat dari usaha penyelewengan tersebut maka penyediaan dan penggunaan kas pada perusahaan menjadi tidak efektif dan efisien.

Itulah beberapa definisi dari fraud yang saya kutip dari beberapa referensi. Lalu apa hubungannya fraud dengan istilah korupsi yang kita kenal seharihari?next posting akan coba saya jelaskan. Fraud seringkali kali susah terdeteksi, tapi yakinlah segala kejahatan tak akan kekal. Kebenaran pasti akan muncul,,waspadalah..waspadalah..

Sumber:
Tuanakotta, Theodorus M. 2007. Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Bologna, Jack G., Robert J. Lindquist. 1995. Fraud Auditing and Forensic Accounting. 2th edition. New York: John Willey & Sons, Inc.

Benarkah Wanita Racun Dunia??

•January 26, 2009 • 5 Comments
Wanita racun dunia. Karna dia butakan semua.Racun..racun..racun. Hilang akal sehatku 3x. Memang kau racun

Wanita racun dunia. Apa daya itu adanya. Racun..racun..racun.

Mati laju darahku. Takluk sudah hebatku.

Hilang akal sehatku 2x. Memang kau racun..

(“Racun Dunia”, The Changcuters)

Itulah sepenggal lirik lagu Racun yang dipolulerkan oleh The Changcuters. Lagu ini berkisah tentang anggapan bahwa wanita itu racun di dunia ini. Sumber segala permasalahan dan sumber segala penyakit. Tapi apakah itu benar??

Saya mempunyai jurus jitu nan ilmiah untuk membuktikannya. Teori ini berdasarkan riset bertahun-tahun dengan perumusan ilmiah ala matematika. Ya,, di sini saya mempergunakan rumusan matematika untuk menurunkan teori benarkah wanita itu sumber permasalahan??

Oke kita mulai..

Jika kita berkencan dengan wanita, yang kita butuhkan adalah waktu dan uang, jadi:

wanita = waktu x uang

Karena waktu adalah uang, maka (waktu = uang), jadi:

wanita = uang x uang

wanita = uang²

Karena uang adalah akar dari masalah, maka (uang = √masalah), jadi:

wanita = √(masalah)²

wanita = masalah

Jadi dari hasil persamaan di atas didapat hasil akhir wanita = masalah. Benarkah demikian?? Itu semua tergantung interpretasi anda. Kalau saya sendiri wanita adalah sumber kebahagiaan dan sumber kehidupan. Jika tidak ada wanita siapakah yang akan membuat masakan untuk kita, siapakah yang bisa memberi kasih sayang pada kita, dan jika tidak ada wanita kita semua tidak akan ada.

 

Korupsi!!

•January 5, 2009 • 5 Comments

Melirik salah satu banner di sisi kiri blog saya jadi teringat stiker yang saya dapat dari KPK pada acara kampanye anti-korupsi di kampus saya dulu. Design stiker ini simpel tapi tulisannya cukup menggelitik. Kalo tidak salah tulisannya: “Bokap gue tajir, tapi gak korupsi!! Kata-kata ini lumayan lama membekas di benak saya, meskipun orangtua saya tidak kaya -karena memang cuma seorang PNS- tapi sihir kata-katanya cukup mengingatkan kita bahwa janganlah bangga atas kekayaan orangtua apalagi itu hasil korupsi. Saya jadi teringat teman saya. Dia begitu membangga-banggakan kekayaannya, sekolah selalu membawa mobil, henpon selalu dengan merk terbaru. Eh, ternyata ujung-ujungnya bokapnya tersangkut masalah korupsi dan masuk penjara. Saya sebagai temannya saja malu apalagi anaknya sendiri.

 

[Sekali lagi saya melirik banner di kiri blog saya] Muncul di benak saya hasrat ingin membahas semua hal tentang korupsi (yang saya tau dan saya baca) segala tetek bengeknya dan taek ilernya. Saya sengaja membikin kategori khusus yang saya beri nama “Korupsi!!”. Sebagai posting awal saya ingin menulis tentang pengertian korupsi dari segi istilah dan bahasa.

 

Istilah “korupsi” berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Istilah corruptio sendiri  memiliki kata asal corrumpere, suatu kata latin yang lebih tua. Dari bahasa latin itulah turun ke banyak bahasa di Eropa. Di Inggris disebut corruption, corrupt; Perancis corruption; dan Belanda corruption (korruptie). Kemudian dari bahasa Belanda inilah kata itu turun ke bahasa Indonesia yaitu korupsi.

 

Arti harfiah dari kata korupsi adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah; seperti yang dijelaskan dalam The Lexicon Webster Dictionary:

 

“Corruption (L. corruption (n-)) The act of corrupting, or the state of being corrupt: putrefactive decomposition, putrid matter; moral perversion; depravity, perversion of integrity; corrupt or dishonest proceedings, bribery: perversion from a state of purity; debasement, as of language; a debased form of a word”

(The Lexicon 1978).

 

Kemudian arti kata korupsi dalam bahasa Indonesia adalah perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok, dan sebagainya. Kata korupsi juga berarti penyuapan dan/atau pemalsuan, penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan sebagai tempat seseorang bekerja untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

 

Pada dasarnya korupsi memiliki makna yang sangat luas tidak hanya sempit melulu mengenai uang atau harta benda. Sehari-hari kita mengenal ada istilah korupsi waktu, korupsi politik, korupsi hati nurani, korupsi ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Oleh karena itu tepat seperti yang dipaparkan dalam Encyclopedia Americana, bahwa korupsi itu adalah suatu hal yang buruk dengan bermacam ragam artinya, bervariasi menurut waktu, tempat, dan bangsa.

 

Sumber:

Andi Hamzah. 1991. “Korupsi Indonesia: Masalah dan Pemecahannya”.

Cerita Sang Belalang

•December 31, 2008 • Leave a Comment

Pernahkah anda merasa iri pada orang lain? Pernahkah anda merasa selalu kalah dari orang lain? Sadarkah terkadang kita seringkali merasa selalu kalah, tak puas akan sesuatu dan akhirnya selalu iri pada orang lain. Tak tau itu iri dalam hal rejeki, prestasi, kehidupan, dan sebagainya. Saya pun demikian, kerap kali saya dihinggapi perasaan selalu kalah dan berujung pada sifat iri hati pada orang lain. Pernah saya merasa iri sekali ketika si A mendapat nilai A untuk mata kuliah akuntansi padahal kita belajar bareng dan saya merasa lebih bisa dibanding dia, si B yang mempunyai cewek lebih cantik lagi tajir, si C yang punya henpon baru, dan masih banyak lagi. Namun ketika saya mendengar cerita “sang belalang” dari teman, saya menjadi tersadar bahwa sebenarnya tidak ada kekalahan di dunia ini. Kekalahan hanya diperuntukkan oleh orang yang tidak mau berusaha yang hanya berpangku tangan menunggu nasib. Baiklah kawan saya akan berbagi cerita sang belalang ini.

Alkisah di suatu hutan hiduplah belalang yang dapat melompat jauh lebih tinggi dibanding belalang yang pernah ada. Sebut saja Grash namanya. Setiap hari Grash melompat ke sana kemari sambil menyombongkan lompatannya. Dia selalu makan pucuk daun-daunan muda di tumbuhan tinggi, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh belalang-belalang lain di hutan tersebut. Kebiasaan setiap harinya setelah makan adalah berada di pucuk yang tinggi sambil menerawang menikmati keindahan desa yang ada di seberang hutan. Cukup lama dia tersihir oleh keindahan dan kemegahan desa tersebut, hingga tanpa sadar sahabatnya Marlin si merpati datang.

“Hai kawan sudah lama aku melihat engkau terdiam di sini, apa yang sedang kau pikirkan?”, tanya Marlin.

“Oh, aku sedang menikmati keindahan desa seberang kawan, maukah kau mengantar aku ke desa itu?”, pinta Grash.

“Dengan senang hati sahabatku”, jawab Marlin.

Keesokan harinya mereka berdua berangkat ke desa seberang. Marlin terbang memutari desa sambil membawa Grash di punggungnya. Kemudian mereka sampai di atap rumah saudagar kaya yang memiliki anjing besar sebagai penjaganya, kemudian Grash menyapanya.

”Hai kawan siapa namamu?”, tanya Grash.

”Aku Theo, ada apa?”, anjing penjaga tersebut menjawab dengan angkuh.

“Oh kami hanya berkeliling melihat desa ini. Kau sedang apa di sini?”, tanya Grash ramah.

“Aku sedang menjaga rumah tuanku. Aku adalah anjing terhebat di desa ini. Tidak ada anjing yang lebih lincah dan garang seperti aku. Aku dapat mengejar semua penjahat. Aku juga dapat melompat setinggi pagar ini”, jawab Theo sambil menunjukkan pagar yang tinggi.

Karena Theo semakin sombong, gerahlah hati belalang.

“Asal kau tau saja ya, aku ini belalang terhebat di seluruh hutan. Tidak ada yang sanggup menandingi aku dalam hal melompat”, jawab Grash tak mau kalah.

“Kalau begitu kita bertanding saja, siapa yang lebih tinggi melompat dia yang menang. Pertama, kita bertanding siapakah yang bisa melompati pagar yang tinggi ini”, tantang Theo.

“Oke siapa takut”, Grash menimpali.

Mulailah mereka bertanding. Theo mendapat giliran pertama, dia melompati pagar yang tinggi dengan rasa percaya diri yang kuat. Dan dia berhasil. Setelah selesai melompati pagar dia tertawa lebar sambil mengejek Grash si belalang. Tibalah giliran Grash. Grash bersiap mengambil ancang-ancang kemudian dia melompat. Hup!! Ternyata lompatannya tak cukup tinggi untuk melampaui pagar. Dia mencoba lagi hingga tiga kali, namun hasilnya tetap sama. Pagar itu terlalu tinggi untuk dilompati oleh si belalang.

“Tuh kan, akulah yang paling jago melompat”, ejek Theo sombong.

“Oke aku menyerah kalah. Sekarang gantian aku yang menentukan peraturannya”, Grash tak mau kalah.

“Terserah”, jawab Theo.

“Siapa yang lompatannya paling tinggi dibandingkan ukuran tubuhnya dialah yang menang”, kata Grash.

Mulailah mereka berdua melompat dengan sekuat tenaga. Theo melompat tinggi sekali namun setinggi-tingginya dia melompat hasilnya tidak akan lebih dari empat kali ukuran tubuhnya. Sedangkan Grash dia sanggup melompat hingga empat puluh kali ukuran tubuhnya.

“Nah, sekarang aku yang menang jadi sementara ini kita seri”, kata Grash.

“Jadi pertandingan kita belum ada pemenangnya. Baiklah kita lanjutkan ke pertandingan ketiga, sekarang aku lagi yang menentukan peraturannya”, Theo menantang Grash kembali.

“Sipp”, Grash setuju.

Tiba-tiba Marlin yang sedari tadi memandangi kedua temannya ini memotong pembicaraan Theo dan Grash.

“Stop kawan, stop. Pertandingan ini tak akan selesai hingga kapanpun”, sela Marlin.

“Kalian semua menang di setiap game yang aturannya kalian buat sendiri. Theo menang di game pertama karena Theo-lah yang membuat peraturan di game pertama sedangkan Grash menang di game kedua karena Grash yang membuat peraturan di game kedua. Dan ini akan terjadi hal yang sama pada game-game kalian berikutnya, percuma”, jawab Marlin.

Grash dan Theo akhirnya menyadari bahwa pada dasarnya pertandingan tersebut tidak ada artinya. Satu pihak menang karena dia sendirilah yang membikin aturan tersebut dan sebaliknya.

Sama halnya dengan kita kawan pada dasarnya tidak ada yang menang atau kalah dalam kehidupan jika kita selalu berpikir postif dan senantiasa bersyukur atas pemberian Tuhan. Berkaca dari cerita di atas, bahwa sesungguhnya standar kemenangan dan potensi setiap orang berbeda-beda. Tidak benar jika kita selalu menyamakan potensi dan standar kemenangan kita dengan orang lain. Pada dasarnya kemenangan hanya bersumber dari apa yang telah kita targetkan. Kemenangan yang hakiki adalah ketika kita berhasil melampaui target yang telah kita tetapkan sesuai dengan potensi diri kita. Karena dengan begitu kita akan dijauhkan dari pikiran-pikiran negatif, seperti iri hati, selalu kecewa, sombong, dan sebagainya. Mulailah memotivasi diri agar bisa “lebih” dari orang lain namun tidak sampai menyebabkan penyakit hati, tentunya dengan membuat standar sesuai dengan potensi kita masing-masing.

 

Note: Saya mengucapkan terima kasih kepada kawan terbaik saya yang telah memberikan pencerahan dan motivasi ini. 27/12

Di antara Makassar dan Jakarta??

•December 29, 2008 • Leave a Comment

Degg pless.. Itulah perasaan yang saya rasakan, perasaan bingung, sedih, susah, dan gembira ketika mendengar kabar burung mengenai kabar posisi diklat kami para magang’ers lulusan STAN di BPK pusat. Ada berita -tak tau darimana asalnya- kami para magang’ers akan melaksanakan diklat di Makassar kota di selatan Sulawesi. Ada perasaan lega mendengar berita tersebut karena akhirnya muncul juga kejelasan diklat kami yang dinanti. Ada juga sejumput perasaan senang karena saya pribadi belum pernah pergi ke Makassar. Menurut informasi dari kawan saya di Parepare- yang selalu ngaku-ngaku orang Makassar-, Makassar itu kota yang indah dan nyaman untuk dihuni. Mulai dari pantai Losari -yang selalu saya kira berada di Jawa Tengah-, makanan khasnya Coto Makacal, Cup Conro, Picang Ijo, dan masih banyak lagi. Atmosfer suporter sepakbolanya pun tak kalah dengan the Jak di Jakarta. Max-man julukan suporter PSM Makassar juga terkenal sangat fanatik. Inilah hal yang sangat saya sukai.

Namun di lain sisi saya begitu sedih mendengar berita tersebut. Ada sesuatu yang mengganjal di hati ketika harus jauh dari kota metro Jakarta. Kesibukan kota Jakarta -kecuali macetnya-, kemegahan bangunan-bangunan arsitektur modernnya, kelengkapan sarana fasilitasnya -kecuali angkotnya yang ruwet-, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang sangat lengkap di seluruh penjuru negeri ini, mall-mallnya yang asik untuk dijelajahi, dan tempat-tempat wisata modern lainnya cukup membuat saya dan mungkin anda tersihir. Pernah ketika saya dinas luar (De EL) ke Jambi bersama Bu Chandra, dia mengomentari bahwa mungkin dia tidak akan sangup hidup meninggalkan Jakarta karena sudah terlanjur addict dengan semua yang ada di Jakarta. Mulai dari semua sarananya hingga kondisi sosialnya. Saya pun setuju dengan Bu Chandra, pendidikan dan kesehatan sangat lengkap di Jakarta sehingga tidak perlu bingung untuk melanjutkan kuliah semua jurusan tersedia di universitas-universitas lokal, mau cari yang negeri atau swasta, dengan harga murah atau dengan harga selangit. Atau yang ingin pergi berobat, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) bisa menjadi pilihan utama.

Sebenarnya ada alasan klasik yang menjadi rintangan utama untuk meninggalkan kota Jakarta ini, yaitu perasaan berat meninggalkan “si dia” (baca: pacar). Setelah saya tahu ada kemungkinan (besar) untuk penempatan di luar Jakarta, saya sempat berjanji untuk merayakan anniversary satu tahun kami, tanggal 26 April bersama di suatu tempat yang spesial. Sebelumnya kami lulusan STAN dijanjikan untuk melakukan diklat bersama di Jakarta-di Kalibata tepatnya, selama 3-4 bulan mulai Januari hingga April 2009. Seaindainya kabar lokasi diklat itu benar, berarti saya harus mengecewakan si dia untuk kedua kali, pertama saya tidak jadi penempatan di Jakarta, kedua saya harus segera meninggalkan Jakarta lebih cepat karena harus diklat di Makassar. Tidak tega rasanya untuk menceritakan berita “buruk” ini. Biarlah saya menunggu saat yang tepat untuk mengabarinya.

Sebelum meninggalkan kota Jakarta ini dan mungkin tidak akan kembali -kecuali cita-cita saya terwujud menjadi Tortama AKN V atau menjadi ketua BPK- saya ingin melakukan beberapa hal di Jakarta yang selama 3 tahun lebih ini belum saya lakukan. Diantaranya adalah menonton pertandingan Persija di Gelora Bung Karno dengan memakai baju dan bergaya seperti the Jak, mengunjungi kota tua Jakarta di malam hari sambil nongkrong di warung kopi, mengunjungi TMII dan taman bunga Mekarsari bersama si dia, dan tentunya hal unik yang hanya ada di Jakarta ini yaitu naik kereta tapi duduk di atap, hehe.. tapi ini tidak mungkin dilakukan karena saya masih bisa berpikir logis akan resikonya. Akhirnya saya hanya bisa berdoa semoga berita “buruk” diklat di Makassar itu tidak terwujud dan tentunya saya amat sangat berharap agar penempatan nanti tak jauh-jauh dari Jakarta, Bandung atau Banten bolehlah :) , amin..

Kontroversi Dhani (lagi)

•November 30, 2008 • 1 Comment

Barusan (30/11) saya mendengar acara SILET di TV (dasar penggemar acara gosip!!). Beritanya heboh, karena melibatkan orang terkenal di Indonesia yaitu artis dan orang yang sok jadi pengen artis. Ahmad dhani pentolan grup band Dewa 19 yang terkenal kontroversial kembali terkait masalah hukum. Dhani dilaporkan ke polisi oleh Roy Suryo praktisi dan pengamat telamatika yang menurut saya selalu pengen jadi artis karena setiap ada masalah yang menyangkut telematika pasti dia yang muncul di setiap infotainment. *eMank di negeri ini cuma dia ya pakar telematika, sungguh terlalu*

Dhani dilaporkan oleh bang Roy telah menghina bendera merah-putih, karena di video klip Dewa terbarunya yang berjudul “Perempuan paling cantik di negeri Indonesia”  terpampang background bendera merah-putih bergambar logo Dewa 19. Udah logonya mengandung kontroversi, sekarang logo itu ditempel pula di bendera merah-putih *aja-aja ada*. Menurut bang Roy perbuatan itu melanggar PP no 40 th 1958 yang melarang penempelan, coretan, atau tanda apapun di bendera merah-putih.

Namun yang menjadi masalah adalah kenapa bang Roy melaporkan Dhani bukannya melaporkan Dewa 19?? eMank Dewa 19 cuma Dhani doank?? eMank yg bikin video klip itu dhani?? Au ah saya bingung…

Guns n’ Roses – Patience

•November 30, 2008 • Leave a Comment
Use Your Illusion

Use Your Illusion

Patience ,by Guns n’ Roses

Intro:

C G A D C G A D

C G C Em C G D D

C

Shed a tear cause I’m missing you

G

I’m still all right to smile

A                                          D

Girl I think about you every day now

C

Was a time when I wasn’t sure

G

But you set my mind at ease

A                                                D

There is no doubt, you’re in my heart now

C                 G

Sad woman take it slow

C                      Em

It will work itself out fine

C                     G                   D

All we need is just a little patience

C                G

Sad sugar make it slow and

C                          Em

It comes together fine

C                     G                 D

All we need is just a little patience

Sit here on the stairs

Cause I’d rather be alone

If I can’t have you right now

I’ll wait dear

Sometimes I get so candescent

But I can’t speed up the time

You know love, there’s one more thing

To consider

Sad woman take it slow

And things will be just fine

You and I just use a little patience

Sad sugar take the time

Cause the lights are shining bright

You and I got what it takes to make it

D

We don’t fake it

D

Ahh and never break it

D

Cause I can’t take it

Solo

G    C

A little patience

G     C

Mhh Yeah

G

I’ve been walking the streets tonight

C

Just trying to get it right

G

It’s hard to see with so many around

C

you know I don’t like being stuck in a crowd

G

And the streets don’t change but maybe the name

C

I ain’t got time for the game

G

Cause I need you

C

Yeah Yeah cause I need you

G

Uh I need you

D

Woh I need you

G   C   G

Uhh this time

Comment: I luv this song!! Saya suka sekali lagu ini karena liriknya “dalam”, yap dalam maknanya. Kesabaran untuk menunggu seorang kekasih, selalu merindukannya, selalu terbayang dalam setiap aktivitas. Hanii luv u so much, miz u (hehe.. jadi curhat :) )

Download this song

Medieval 2: Total War (dvd)

•November 27, 2008 • Leave a Comment
Cover

Cover Game

Adalah game bergenre strategi buatan Creative Assembly. Game ini merupakan sekuel atau bisa disebut upgrade game terdahulunya yaitu Medieval Total War (cd). Bedanya di MTW 2 ini grafik dan gameplay-nya jauh lebih baik karena memang terdiri dari 2 dvd. Jika terinstall di komputer membutuhkan space hingga 11 GB.

Game ini masih menceritakan perang salib pada abad 12 di Eropa-sebagian Asia-sebagian Afrika yang melibatkan kerajaan-kerajaan seperti England, France, Holy Roman Empire, Byzantium Empire, Turkey, Moors, Egypt, Rusia, Spain, Portugal, dan masih banyak lagi. Dalam game ini anda diajak untuk membuat kerajaan pilihan anda menguasai Eropa dan merebut kota suci Jerussalem. Anda dapat membuat, mengorganisasi, dan memobilisasi pasukan untuk ekspansi wilayah tentunya dengan cara berperang. Selain itu kita juga dituntut untuk mengembangkan kota agar menghasilkan banyak duit untuk dana perang.

Untuk memulai game ini anda dapat memilih kerajaan yang ada. Kerajaan yang dapat dimainkan ada 21 kerajaan, tidak termasuk Mongol, Timurid, dan Aztec. Awal permainan kita hanya dapat memilih 5 kerajaan besar yaitu England, France, Holy Roman Empire, Spain, dan Byzantium. Namun jika kita telah menamatkan game (memenuhi winning condition) maka kita dapat memainkain salah satu dari 21 kerajaan yang ada. Ada dua winning condition dalam single campaign yang pertama short mission, kita wajib mempertahankan 15 wilayah dan menghancurkan salah satu kerajaan (tergantung pilihan kerajaan). Yang kedua long mission, kita harus mempertahankan 45 wilayah, menghancurkan salah satu kerajaan plus merebut Jerussalem.

Map di wilayah Byzantium

Map di wilayah Byzantium

Kita juga bisa membuat agen tertentu (tidak semua kota bisa tergantung building requirement-nya), seperti diplomat, imam/priest, spy, assasin, dan merchant. Diplomat dipergunakan untuk membuat aliansi, casefire, hubungan perdagangan, membayar upeti, dan lain sebagainya. Pemuka agama (imam/priest) berfungsi untuk meningkatkan persentase agama dalam suatu wilayah atau untuk membunuh dukun. Selain itu imam juga dapat memanggil Jihad sedangkan priest dapat memanggil Crusade. Assasin adalah agen untuk membunuh karakter yang tidak kita suka. Setiap pembunuhan ditampilkan video pendek yang lumayan menarik bagaimana cara pembunuhannya. Spy digunakan untuk mengintai pasukan/wilayah lawan. Gerakan spy juga ada video yang cukup lucu dan menarik. Sedangkan merchant berguna untuk mendapatkan duit dari nature resource tertentu dalam map.

Dalam battle campaign kita disuguhkan tombol navigasi yang friendly use sehingga tak perlu bingung lagi mengorganisasi pasukan. Ada beberapa formasi pasukan yang dapat di set sebelum perang, wedge formation, loose formation, dan formasi berbaris (saya lupa bahasa Inggrisnya). Sebelum perang kita juga bisa memilih cuaca, mau berperang dalam hujan, cerah, mendung, berangin, berkabut, ataupun bersalju. Ketika berperang kita juga bisa memainkan kamera hingga beberapa kali zoom. Bahkan langkah pasukan bisa kita dengar ketika kita zoom out pasukan kita. Setelah berperang kita disajikan statistik hasil peperangan, berapa yang mati, berapa yang tersisa, berapa kali membunuh, dan berapa yang sembuh.

Battle campaign yang cihuy

Battle campaign yang cihuy

Detail yang mantab

Detail yang mantab

Special Feature:

- Peta besar nan luas (grand campaign) mulai tahun 1080-1530

- Terdiri dari hingga 250 unit pasukan dan 21 kerajaan dengan kekuatan yang berbeda-beda

- Jihad untuk negara muslim dan Crusade untuk negara katolik

- Jalur perdagangan yang luas dan dapat berkembang dengan komoditas perdagangan yang beragam

- Karakter raja, anggota kerajaan, dan jenderal yang bermacam-macam

Plus Minus:

+/+ cerita menarik sesuai dengan sejarah, gameplay keren, grafik dan sound lumayan, gameplay yang cukup kompleks, battle campaign yang top abiezz, video assasin dan spy yang menarik.

-/- AI rada bego, detail kota tidak dapat dilihat, pasukan negara-negara Islam rata-rata cupu dan minus armor (ga’ adil), tahunnya kurang panjang jadi kurang puas, hehe..

Minimum requirement:

Windows 2000 / XP dengan DirectX 9.0c
1.5GHz Pentium IV, AMD Processor setingkat
512MB RAM
11GB HDD Space
128MB display resolution atau lebih
Sound Card (16-bit DirectX 9.0c compatible)
8x speed DVD-ROM Drive
Mouse dan keyboard
Broadband internet connection atau LAN untuk multiplayer

Rating: 94 (1-100)

Status: Highly recomended

Ka eR De = Gerbong Maut (part 2)

•November 27, 2008 • 1 Comment

-continued-

Hari ini kami pulang telat tapi bukan karena ada kerjaan tapi hujan badai telah menyerang ibu kota dan kami (kebetulan sedang bertiga: saya, Yovan, Noris sedangkan Onny sibuk mencari pak Sekjen) adalah pria-pria yang tidak mengindahkan pribahasa “sedia payung sebelum hujan”. Jadilah kita nunggu hujan reda sampai kurang lebih 17.30. Secara logika jadwal KRL AC Ciujung telah lewat, tapi dasar kami anak muda yang penuh semangat kami berlari mengejar KRL idaman. Tapi sesal kemudian tiada guna, seperti dugaan awal KRL AC Ciujung telah lewat dan mungkin telah sampai di stasiun Pondok Ranji tujuan kita. Padahal perjuangan telah maksimal hingga nyaris tersenggol kereta lain karena melewati rel tanpa tolah-toleh *slamet-slamet, alhamdulilah*. Yaudah akhirnya kita ga’ mau-mau (bukan mau ga’ mau) naik KRD. Tapi kali ini kita beli tiket dulu karena teman saya Noris selalu mengatakan, “Kita ini auditor boy, belilah tiket dengan baik dan benar.” Karena kami merasa berjiwa auditor maka kita memutuskan membeli 3 tiket untuk saya, Yovan, dan Noris, jumlah semuanya 4500 perak!! “Wow bisa cepet kaya kita kalau naek KRD tiap hari apalagi kalo dengan cara ‘menumpang’”, Yovan nyeletuk. “Tapi ga cepet gemuk”, saya ikut menimpali. Gila nyawa jutaan orang dalam KRD yang berjubel itu cuma dihargai seribu gopek tiap kepalanya!!

Akhirnya kereta yang sangat tidak dinanti itu datang juga dan agak telat 8,318369 menit. Yap pemandangan yang selama ini kita bayangkan tergambarkan dengan jelas. Kereta yang jadul, kotor, bau, berisik, dan yang paling mencolok penumpang yang amat sangat berjubel hingga di atap. Ketika kereta berhenti saya merasa kereta ini udah overload janganpun di dalam gerbong, di pintu kan udah berjubel buaaanyaakk banget orang. Saya berpikir bagaimana caranya masuk ke dalam gerbong?? Tapi Yovan segera mengambil peran, karena badannya yang tinggi gedhe nan seksi kami tugaskan dia untuk membuka jalan. Alhasil kita berhasil merengsek masuk hingga ke dalam gerbong. Kondisi gerbong yang sumpek, panas, gerah, bau rokok, bau kencing, bau keringat lengkap sudah penderitaan kita. Oia sebelum naik saya menyarankan dompet, HP, dan barang-barang penting lainnya kecuali yang di bawah itu agar diamankan di talam tas sendiri *jangan tas orang lain*, kemudian tas di taruh di depan. Kenapa?? Karena bukan rahasia lagi kalau KRD adalah sarang pencopet dan penodong. Banyak pihak-pihak yang memanfaatkan kepuyengan dan berdesakan di KRD untuk melakukan hal yang tidak-tidak, yaitu mencopet akronim dari mencomot dompet. Teman saya Noris pernah mengalami kejadian dicopeti tapi ga sampai berhasil karena dia memiliki aji-aji segoro geni yang manjur. Modus operandinya bermacam-macam, nanti akan saya tulis di posting berikutnya. Kalau saya pribadi siy tenang-tenang aja selama ada abang Yovan mantan preman dari Medan dilibaslah semua copet-copet itu maka amanlah dunia persilatan, hehe.. 

Pemandangan KRD "maut" di Jakarta lengkap dengan gravity ancur di samping gerbong

Pemandangan KRD "maut" plus gravity ancur

 

 Oke kembali pada cerita tadi, setelah lima menit berhenti dan kita menunggu dalam ketidakpastian apakah kereta ini mogok atau tidak, akhirnya KRD ini berjalan juga. Yah bentuk di dalam gerbong nyaris sama dengan yang saya bayangkan di dalam gerbong maut, pengap karena oksigen berebut dan pastinya berbau tidak sedap. Yang membedakan dalam gerbong maut adalah di KRD ini banyak sekali pencopet yang berkeliaran mencari mangsa sedangkan dalam gerbong maut tidak ada. 10 menit pertama kita masih baik-baik saja saya dan yovan masih sempat bersenda gurau sedangkan Noris mulai geli-geli basah alias gelisah. Hal yang paling membuat kita takjub adalah di dalam kereta yang sumpeg lagi pengap ini masih ada juga abang-abang yang berjualan, mulai dari mangga, rokok, permen, tisu, handuk kecil, dan sebagainya. “Gila kuat kali abang2 ini jualan disini”, Yovan bergumam dengan logat bataknya. Tapi dari kejadian itu yang membuat kami kaget dan terheran-heran adalah abang asongan ini masih juga sempet mendesah berkeluh kesah. Dia bilang,”Duh, panas banget ni kereta. Koq rame banget ya hari ini.” *bang plis deh ini KRD loh bukan kuburan lagian dia kan tiap hari jualan di KRD ntu, ampun deh abang penjual yang aneh*

Lima belas menit berselang, kami yang tadi becanda-canda ga jelas jadi diam seribu bahasa karena tanpa terasa keringat kita bercucuran. Bercucuran sebanyak-banyaknya bagai habis mandi. “Gila kita dapat sauna gratis!”, Yovan berkomentar. “Ga lama lagi kita kurus Yo, lemak udah terbakar semua”, saya menimpali. “Kurus gigi lo, bukannya kurus tapi mati kepanggang iya”, Yovan tak mau kalah. Sedangkan Noris dari tadi hanya terdiam sambil mengusap keringatnya pake jumper kebanggaannya yang hampir tiap hari selalu dipakai. Badan kami sudah tak bisa bergerak lagi bahkan untuk sekedar berkipas-kipas karena dihimpit orang-orang. Kondisi ini diperparah oleh orang sebelah kami merokok dan asepnya menyembul di wajah kami. Kepala saya pusing dan jadi mau muntah mendapat semburan bertubi-tubi dari orang yang tak tau diri. Nampaknya Perda larangan merokok Jakarta tak berlaku di dalam KRD. Tapi untunglah saya bisa bertahan. Tak lama sampailah kita di stasiun pemberhentian pertama yakni stasiun Kebayoran. Yap bukannya penumpang berkurang tapi justru nambah. Semakin terdesak kita karena dorongan dari luar. Sejenak saya membayangkan tragedi zakat yang ada di Pasuruan. Ohh tidak saya tidak mau mati konyol disini karena tergencet atau terinjak-injak. Mending kalau digencet oleh mbak-mbak SPG cakep di pameran komputer di Jakarta Convention Center, lha ini kita bakal terinjak-injak ibu-ibu, emak-emak, nyak-nyak, dan babe-babe. Ga ada mbak-mbaknya sama sekali *uhh, nasib.. nasib..* 5 menit kemudian KRD kembali berjalan dengan kecepatan sedang dan cenderung lambat. Kayaknya siy masinis lagi ngerjain kita-kita. Mereka adalah orang-orang yang berpaham Jawa tulen yaitu “alon-alon weton kelakon” atau “biar lambat asal selamat”. Kondisi seperti sebelumnya pun terjadi lagi. Gerah, panas, bau, macam2 deh.. Sebenarnya satu hal yang kita tunggu-tunggu dari tadi yaitu datangnya kondektur yang memeriksa karcis. Jika telah diperiksa rasanya kita puas sekali dan ingin sekali berteriak di kuping kondektur pemeriksa karcis. “Kita ini auditor yang selalu taat pada peraturan!!”. Tapi ternyata setelah lama ditunggu pak kondektur tak juga muncul, yang ada hanya abang penjual mangga dan rokok. Sebeelll… Jadi buat apa beli tiket kalau gini..

Ahh.. akhirnya perjalanan super panjang kami berakhir sudah. Pukul 6 lebih kita sampai di stasiun Pondok Ranji tercinta. Dan parahnya di luar masih hujan meski cuma gerimis. Sip lengkap sudah penderitaan kita. “Gila ga berasa ya Yo perjalanan kita”, saya nyeletuk. “Ga berasa gigi lo, badan gw udah mau rontok ni”, Yovan membantah. Yah perjalanan pulang kita diiringi dengan hujan gerimis dan perasaan sebel, kenapa tadi pulang naik gerbong maut. Dinamika hidup di kota besar memang menarik tapi itu semua tak akan terasa bila kita ikhlas menjalaninya. Ingat jika kita ingin sukses dimanapun janganlah kita meminta diringankan bebannya tapi mintalah pundak yang kuat untuk menopangnya. Jadi siapa yang punya pengalaman menarik lain tentang KRD??

Ka eR De = Gerbong Maut (part 1)

•November 27, 2008 • 1 Comment

Setiap pengguna alat transportasi di Jakarta pasti langsung faham makna deretan huruf tersebut. Tiga huruf yaitu “K”, “R”, dan “D” merupakan kependekan dari salah satu nama alat transportasi yang ada di Jakarta. Kalo tidak salah siy KRD itu kependekan dari Kereta Rel Diesel – yaitu kereta api yang digerakkan oleh mesin diesel dan berbahan bakar solar pekat 70%. Sebenarnya bentuk kereta ini sama seperti kereta-kereta api pada umumnya yang beredar di pulau Jawa sejak jaman Belanda, namun di Jakarta untuk membedakan dengan kereta api listrik a.k.a. KRL dibuatlah sebuah istilah keren yaitu “Ka eR De”.

Ada yang pernah dengar peristiwa gerbong maut?? Ya, istilah gerbong maut terkenal di wilayah Jawa Timur khususnya di kota Bondowoso. 100 orang pejuang RI dimasukkan ke dalam gerbong untuk dibawa ke penjara di Surabaya tanpa pengadilan bahkan tanpa kesalahan apapun. Gerbong yang digunakan untuk mengangkut 100 pejuang RI ini sejatinya adalah gerbong barang yang di desain pengap, tak ada lobang udara, tak ada makanan apalagi toilet. Alhasil dalam perjalanan dari Bondowoso menuju Surabaya yang memakan waktu kurang lebih 4-5 jam, banyak korban berjatuhan karena kekurangan oksigen dan tergencet. Lalu kenapa KRD disamakan dengan Gerbong Maut?? Memang sedikit berlebihan, namun ini sedikit banyak menggambarkan betapa crowded, ruwed, dan sumpegnya dalam KRD yang nyaris mirip gerbong maut.

Di Jakarta sendiri KRD sangatlah mudah dikenali apalagi ketika jam-jam sibuk yaitu jam 6-7 pagi dan jam 5-6 sore. Oke kita pakai metode analisis 5 panca indra untuk memudahkan identifikasi obyek yang bernama KRD ini. Pertama mata, jika anda melihat kereta yang punya lokomotiv dan sedikit berasap belum tentu itu KRD, namun apabila terlihat pemandangan penumpang yang berjubel di dalam kereta plus bergelantungan di lokomotiv dan beberapa puluhan ada yang naik sampai atap itu pasti KRD. Saya yakin anda pasti dapat membayangkan betapa rame+ruwetnya pemandangan itu. Jika belum coba perhatikan gambar di bawah. Kedua hidung, jika anda berada di dekat KRD hingga radius 10m apalagi jika posisi anda dekat dengan toilet KRD, anda pasti mencium aroma tidak sedap dari dunia lain yaitu dunia kejorokan manusia. Bau semerbak ammonia bercampur asap rokok dan keringat manusia mix menjadi satu membentuk aroma terapi yang dapat membunuh kecoa, nyamuk, dan lalat sekaligus. Dahsyat!!

Berikutnya yang ketiga telinga, ada perbedaan prinsip antara KRL dan KRD dari segi suara. Pertama dari suara kereta, KRD lebih berisik karena memang mesin digerakkan oleh mesin diesel sedangkan KRL lebih halus karena KRL tak bermesin, KRL digerakkan oleh energi listrik potensial melalui kabel yang berseliweran di atas kereta. Kedua dari suara klakson, KRL memiliki klakson lebih garang karena tahun pembuatan KRL jauh lebih muda daripada KRD. Lokomotiv KRD rata-rata buatan tahun 80-an bahkan ada yang sebelum itu. Ya meskipun itu bukan mutlak alasan yang dapat dibenarkan karena klakson dapat diganti sewaktu-waktu.

Yap inilah pemandangan kereta di Jakarta ketika jam sibuk

Yap inilah pemandangan kereta di Jakarta ketika jam sibuk

Keempat perasa (lidah), oke kita ga perlu sampai menjilat-jilat segala untuk mengenali KRD itu karena KRD bukan lollipop yang enak untuk dijilat atau *sensored* yang saaangat enak dijilat (eits.. pasti mikir yang engga’2 deh..maksudnya es krim tau!!). Kelima peraba, untuk analisis yang terakhir ini tidak hanya menggunakan kulit tapi juga ditambah kepekaan the sixth sense atau indra keenam. Namun ini semua tidak memerlukan bantuan Ki Joko Bodo atau Mbah Roso, cukup kemampuan pribadi dari tiap individu. Dari kejauhan penampakan KRD ini sudah bisa dirasakan meskipun tanpa melihat, mendengar, mencium, dan menjilat. Tanah akan bergetar hingga 0.1-0.5 skala Richter, dedaunan akan bergoyang melambai, kecepatan angin bertambah hingga 10 km/jam, petir mulai menyambar dan langit pun menjadi gelap (memang pas lagi mau hujan siy). Dari ciri-ciri itulah kita bisa mengidentifikasi bahwa ada KRD yang akan lewat. Jika ingin bukti yang lebih valid lagi berbaringlah di atas rel kurang lebih 15-20 menit, saya yakin anda pasti akan merasakan sensasi yang luar binasa biasa melihat plus merasakan hangatnya pelukan KRD Jakarta :)

Gimana dengan saya sendiri?? Memang saya belum mencoba sensasi berbaring di atas rel kereta seperti yang saya sarankan di atas, hehe.. :) Tapi saya ingin berbagi pengalaman pahit naek KRD pertama kali dulu khusus bagi anda yang belum pernah merasakan menumpang KRD Jakarta. Saya sebut menumpang karena saya biasanya jarang beli karcis KRD,, *yap contoh yang buruk*. Saya tertarik berbagi pengalaman ini karena pengalaman menumpang KRD ini sangat berkesan bagi saya, dan teman-teman Yovan, Noris, Onny. Kantor kami kebetulan dekat dengan stasiun Palmerah jadi kendaraan yang paling cepat dan jarang tepat adalah KRL/KRD. Setiap pulang kantor kita selalu bersama naek kereta menuju kosan kami di Bintaro. Biasanya apabila tak ada kerjaan yang menuntut pulang telat kita selalu naik (bukan menumpang) KRL Ekonomi AC Ciujung yang tiba di Palmerah pukul 17.15. Namun apabila lagi banyak kerjaan terpaksa kita menumpang KRD karena sangat tidak mungkin kita nunggu KRL AC berikutnya (kemaleman).

KRD vs KRL

KRD vs KRL

–to be continued-