Fraud !!

Posted: January 1, 2010 in Korupsi vs Audit

Dalam posting sebeluuuummmnya *karna lama ga posting jadi kata “sebelumnya” jd panjang* saya udah membahas tentang pengertian korupsi asal kata korupsi dan sebagainya. Kali ini saya ingin mengulas korupsi dengan sudut pandang lebih luas. ternyata korupsi tidak melulu tentang uang seperti yang kita kenal. Ada istilah yang lebih luas yang berhubungan erat dengan korupsi, yakni Fraud!!

Fraud, sengaja tak saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia karena tak ada kata dalam bahasa Indonesia yang dapat mengartikan atau menggantikan istilah fraud. Fraud tak hanya sempit diartikan sebagai kecurangan, dalam dunia keuangan fraud bisa berarti pencurian (pasal 362 KUHP), pemerasan dan pengancaman (pasal 368 KUHP), penggelapan (pasal 372 KUHP), perbuatan curang (pasal 378 KUHP), dan sebagainya.

Secara umum Webster’s New World Dictionary mendefinisikan kata fraud sebagai suatu pembohongan atau penipuan (deception) yang dilakukan demi keuntungan pribadi. Menurut Black’s Law Dictionary, fraud adalah berbagai sarana yang dapat direncanakan oleh manusia yang menggunakan kecerdasannya untuk mendapat keuntungan dari orang lain dengan memberi saran yang menyesatkan atau menutupi kebenaran. Fraud mencakup semua cara tak terduga, penuh siasat, licik, tersembunyi, serta setiap cara yang tidak jujur di mana ada pihak lainnya yang tertipu (menjadi korban).

Bologna dan Lindquist (Fraud Auditing and Forensic Accounting,1995, 10) mendefinisikan fraud sebagai ketidakjujuran dalam bentuk penipuan yang disengaja atau secara sengaja memberikan gambaran yang salah mengenai suatu fakta yang material. Secara harfiah fraud juga bisa berarti kebohongan, sengaja menceritakan hal yang tidak benar, mengambil keuntungan secara tidak adil atau tidak sah dari pihak lain.

International Standards of Auditing (ISA) seksi 240–The Auditor’s Responsibility to Consider Fraud in an Audit of Financial Statements paragraf 6 mendefinisikan fraud sebagai:

“…tindakan yang disengaja oleh anggota manajemen perusahaan, pihak yang berperan dalam governance perusahaan, karyawan, atau pihak ketiga yang melakukan pembohongan atau penipuan untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil atau ilegal”.

Sedangkan dalam Standar Auditing yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) fraud diterjemahkan sebagai kecurangan. Dalam kaitannya dengan pelaporan keuangan, auditor berkepentingan untuk menguji apakah suatu tindakan yang mengancung fraud mengakibatkan salah saji (misstatement) dalam pelaporan keuangan.

Secara sederhana kata fraud, penipuan yang disengaja (intentional deception), kebohongan (lying), curang (cheating), dan pencurian (stealing) adalah kata-kata yang saling bersinonim meskipun pemahamannya bisa berbeda-beda tergantung konteks kasus yang terjadi. Penipuan yang disengaja bisa disebut fraud ketika seorang pegawai dengan sengaja me-mark-up pengadaan barang dan jasa dalam instansi pemerintah untuk kepentingan pribadinya. Kebohongan bisa disebut fraud ketika pegawai sengaja tidak melaporkan transaksi akuntansi yang terjadi demi mengeruk keuntungan. Kecurangan disebut fraud ketika pegawai sengaja memanipulasi laporan keuangan entitas agar laporan keuangan terlihat “indah”. Kecurangan ini biasa disebut fraudulent financial reporting atau kecurangan dalam pelaporan keuangan. Pencurian disebut fraud ketika seorang pegawai dengan sengaja mencuri kas atau persediaan perusahaan dengan berbagai cara kemudian memanipulasi dokumen-dokumen untuk menghilangkan bukti kejahatannya. Bentuk kecurangan ini lebih dikenal dengan missappropriation of assets atau penyalahgunaan aktiva. Kasus-kasus fraudulent financial reporting dan missappropriation of assets ini merupakan kasus fraud yang umum terjadi baik di entitas swasta maupun pemerintah.

Kata fraud, penipuan yang disengaja (intentional deception), kebohongan (lying), dan curang (cheating) memiliki antonim kejujuran (truth), keadilan (justice), kewajaran (fairness), dan kesamaan (equity). Fraud juga bisa berupa pemaksaan terhadap seseorang untuk berkelakuan melawan keinginannya. Misalnya, seorang pegawai yang terbiasa jujur, namun karena ada kesempatan dan kondisi ekonomi yang menghimpit maka pegawai tersebut melakukan kecurangan-kecurangan yang menguntungkan pribadinya.

Contoh fraud atas kas yang paling umum di dunia bisnis adalah lapping dan kitting. Secara sederhana lapping didefinisikan sebagai suatu cara penggelapan uang kas dengan cara mengundur-undur pencatatan penerimaan kas. Hal ini dapat dilakukan untuk waktu yang tidak terlalu lama, dan mungkin juga dapat dilakukan untuk waktu yang sangat lama.  Sedangkan kitting merupakan suatu jenis penyelewengan dengan cara tidak mencatat pembayaran tetapi mencatat penyetorannya dalam hal melakukan transfer bank. Disamping itu kitting juga dapat dilakukan dengan cara “window dressing”. Yang dimaksud dengan window dressing adalah yaitu bahwa keadaan posisi kas di bank dibuat lebih baik dari keadaan sebenarnya. Jadi keadaan kas yang sebenarnya tidak baik (kekurangan kas) dibuat menjadi lebih baik dengan menaikkan posisi atau nilai kas tersebut dari keadaan yang sebenarnya. Dengan demikian, akibat dari usaha penyelewengan tersebut maka penyediaan dan penggunaan kas pada perusahaan menjadi tidak efektif dan efisien.

Itulah beberapa definisi dari fraud yang saya kutip dari beberapa referensi. Lalu apa hubungannya fraud dengan istilah korupsi yang kita kenal seharihari?next posting akan coba saya jelaskan. Fraud seringkali kali susah terdeteksi, tapi yakinlah segala kejahatan tak akan kekal. Kebenaran pasti akan muncul,,waspadalah..waspadalah..

Sumber:
Tuanakotta, Theodorus M. 2007. Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Bologna, Jack G., Robert J. Lindquist. 1995. Fraud Auditing and Forensic Accounting. 2th edition. New York: John Willey & Sons, Inc.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s