Pesona Jembatan C.I.N.T.A di Utara Batavia

Posted: November 4, 2010 in My Adventure

Namanya jembatan cinta, adalah satu dari sekian banyak jembatan yang bernama jembatan cinta di Indonesia, beberapa di Jawa beberapa lagi di luar Jawa. Jembatan cinta yang saya kunjungi kali ini cukup unik, posisinya terletak di utara perairan Jakarta, tepatnya di perairan Pulau Seribu, di Pulau Tidung. Jembatan cinta ini berdimensi cukup besar dan panjang, lebar sekitar 2,5m dengan panjang hingga 2km. Jembatan ini menghubungkan Pulau Tidung Kecil yang tak berpenghuni dan Pulau Tidung Besar yang berpenghuni sekitar 5000 jiwa. Jembatan ini terbuat dari kayu dengan beton sebagai tiang pancangnya. Dahulu sebelum renovasi, jembatan ini disebut sebagai jembatan apung karena jembatan tersebut terdiri dari kayu yang mengapung di atas ratusan drum yang membentang hingga 2km jauhnya. Karena dianggap berbahaya jika terjadi pasang air laut, maka jembatan tersebut direnovasi menjadi jembatan seperti sekarang ini. Di sepanjang jembatan, terdapat dua bale-bale sebagai rest area maupun spot untuk memancing. Jika dilihat dari jauh, jembatan ini sangat eksotis, apalagi di pagi hari. Lalu kenapa disebut sebagai “Jembatan C.I.N.T.A”?

Masyarakat sekitar maupun wisatawan yang datang menyebut jembatan yang membelah Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil ini dengan sebutan Jembatan Cinta. Dinamakan seperti itu karena kabarnya jembatan tersebut memiliki mitos terkait dengan cinta. Informasi ini saya dapat dari seorang tour guide ketika kami (saya dan teman2) berkunjung kesana pertengahan Juli 2010. Menurut mas Mansyah, tour guide kami, konon pasangan yang berjalan di atas jembatan tersebut dan bergandengan tangan dengan pasangannya, niscaya pasangan tersebut akan langgeng dan Insya Alloh hingga ke jenjang pernikahan. Selain itu, bentuk fisik jembatan ini panjang mendatar dengan salah satu bagian jembatan agak tinggi membentuk lambang cinta (hati). Karena dua alasan itulah mungkin jembatan tersebut dikenal oleh penduduk sekitar sebagai jembatan cinta atau menurut The Bagindas Band, disebut Jembatan C.I.N.T.A🙂

Jembatan C.I.N.T.A yg membelah Dua Pulau Tidung

Jembatan C.I.N.T.A yg membelah P. Tidung Besar dan P. Tidung Kecil

Jembatan C.I.N.T.A Lengkap dengan Fasilitas Sepeda

Pada pertengahan tahun 2010 tepatnya 17-18 Juli saya berkesempatan berlibur bersama delapan orang teman ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu di utara DKI Jakarta. Saya bersama delapan orang teman berangkat dari Muara Angke pada Sabtu pagi. 3 jam perjalanan dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pelabuhan Pulau Tidung Besar dengan menumpang kapal motor yang telah disediakan oleh EO kami. Di Pulau Tidung kami menginap di rumah warga yang disewakan plus dengan fasilitas makan. Kami didampingi oleh seorang tour guide yang ramah dan menurut saya sangat lugu, namanya Mas Mansyah. Dia menceritakan semua informasi maupun sejarah tentang Pulau Tidung. Sabtu siang waktu kami dihabiskan dengan aktivitas snorkeling di seputaran Kepulauan Seribu, seperti di Pulau Beras dan Pulau Karang. Sayang diantara kami tidak ada yang membawa kamera air sehingga keindahan alam bawah laut Kepulauan Seribu tidak dapat terdokumentasikan dengan baik.

Pagi hari di hari Minggu, kami berkesempatan berkeliling Pulau Tidung Besar dengan mengendarai sepeda onthel sewaan sambil menikmati keindahan alam yang masih belum tercemar dengan efek samping teknologi. Kami juga diajak ke suatu jembatan yang indah. Ya, namanya Jembatan Cinta, jembatan yang terkenal dengan mitos kisah cinta. Sebentar kami berjalanan, kami sudah disuguhi keindahan dan keunikan jembatan ini. 300m dari ujung jembatan ada lengkungan jembatan yang cukup tinggi. Disinilah area yang pas untuk menguji nyali dengan cara ‘loncat indah’. Lengkungan ini setinggi kurang lebih 5 meter dari permukaan air laut. Laut di bawah lengkungan ini sangat bersahabat. Airnya jernih dengan pasir putih tanpa karang, sehingga apabila kita loncat dari atas tidak akan berbahaya. Namun saat itu kami tidak sempat mencoba area uji nyali itu. Selain karena air pada pagi itu begitu dingin, saya juga tidak membawa baju ganti untuk persiapan berenang (baca: bukan karena saya takut :)). Kami beruntung karena pas kami datang ada beberapa yang orang yang sedang menguji nyalinya, loncat dengan berbagai gaya, ada gaya salto, gaya memutar, gaya balik, hingga gaya batu *saya yakin pasti badannya sakit smua setelah loncat dengan gaya batu*. Oia, para wanita pun tak kalah dengan para pria loh! Mereka loncat dengan berani sambil teriak lantang. Beberapa malah ada yang nekat loncat dengan memakai long dress, wow..

Lengkungan di Jembatan Cinta dari Jauh

Lengkungan di Jembatan C.I.N.T.A dari Jauh

Jembatan Cinta dari Bawah

Lengkungan di Jembatan C.I.N.T.A dari Bawah

Cewek pun Tak Kalah Berani

Cewek pun Tak Kalah Berani

Pemandangan di Bawah Lengkungan Jembatan Cinta

Pemandangan Air di Bawah Jembatan C.I.N.T.A – luas dan jernih laksana kolam raksasa

Berjalan ke spot berikutnya di Jembatan Cinta kami menemui beberapa anak pulau yang sedang memancing. Bukan ikan yang mereka pancing tapi nus alias cumi-cumi. Cumi di Kepulauan Seribu memang terkenal dengan ukurannya yang besar dan rasanya yang mantabs. Saya memperhatikan alat pancing mereka, bukan seperti alat pancing biasa. Tidak ada joran dan tidak pakai umpan hidup. Pancing cuma memakai senar panjang dengan umpan karet berumbai yang di bawahnya ada kail untuk mengait cumi. *manusia memang jahat, cumi yg tak berdosa aja ditipu*. Sesekali anak-anak pulau itu turun ke laut mengambil kail yang nyangkut di karang. Selain pemancing cumi, ada juga beberapa orang yang memancing ikan karang. Mereka memakai joran panjang dan umpan hidup, seperti udang, cacing laut, maupun ikan kecil. Hasil yang didapat sebagian besar adalah ikan hias yang berkeliaran di atas karang, tidak besar tapi cukup indah jika dijadikan koleksi.

Anak Pulau Memancing Cumi

Anak Pulau Memancing Cumi

Cumi Hasil Tangkapan Anak Pulau

Pemancing di Sepanjang Jembatan C.I.N.T.A

Setelah kurang lebih 2km berjalan, saya sampai di ujung jembatan yang berada di Pulau Tidung Kecil. Pulau Tidung Kecil adalah pulau yang tak berpenghuni. Pulau tersebut hanya berisi vegetasi pepohonan kelapa, semak belukar, dan beberapa cemara.Di Pulau Tidung Kecil ini ada makam Wa’ Turup atau lebih dikenal dengan Panglima Hitam yang dipercayai oleh masyarakat setempat adalah orang yang pertama kali menginjakan kakinya di Pulau Tidung. Wa’ Turup sendiri kabarnya adalah seorang sakti dari Banten yang kabur ke Pulau Tidung dari kejaran Kolonial Belanda. Hingga saat ini peninggalan Panglima Hitam yaitu keris, pedang, guci, dan kendi masih tersimpan di sana. Kondisi inilah yang menyebabkan Pulau Tidung Kecil agak sedikit angker. Di Pulau Tidung Kecil kami berfoto-foto sampai puas. Pasir putih dan laut yang jernih jadi daya tarik utama Pulau Tidung Kecil ini.

Keindahan Jembatan Cinta dari Pulau Tidung Kecil

Keindahan Jembatan C.I.N.T.A dari P. Tidung Kecil

Jembatan Cinta bagi Dua Sejoli

Jembatan Cinta bagi Dua Sejoli

Akim..

Akim..

Jembatan ini Juga Cocok utk Lokasi Pengambilan Foto Pre-Wed

Jembatan ini Juga Cocok utk Lokasi Pengambilan Foto Pre-Wed

Puas berfoto2 kami lalu pulang ke home stay untuk bersiap pulang ke Tangerang. Dua hari yang melelahkan terbayar dengan keindahan alam di Pulau Tidung yang eksotis. Saya pribadi jika ada yang mengajak kesana lagi saya dengan senang hati akan menerima karena pantai dan keindahan alamnya selalu membuat hati merasa dan gembira. Oia, percaya atau tidak salah dua dari teman kami yang ikut tour ke Tidung kemarin baru saja melangsungkan pertunangan. Ternyata mitos itu tidak salah.. (selamat buat Asep dan Dede’ smoga menjadi keluarga SaMaRa nanti)

Dari Kiri Atas: Saya,Asep,Boy,Akim - Kiri Bawah: Mba Yanti,Diana,Dede',Keke,Echi

Dari Kiri Atas: Saya,Asep,Boy,Akim – Kiri Bawah: Mba Yanti,Diana,Dede’,Keke,Echi

Cheerleaders in Tidung Island

Cheerleaders in Tidung Island

kisamaun, tangerang – 4 november 2010 13.27 wib

Update: Asep dan Dede’ telah menikah dan mempunyai anak, Akim dan Echi’ pun telah menikah baru saja, Mbak Yanti dan Diana Namboru pun telah menikah. Semoga saja sisanya menyusul🙂

Comments
  1. iwan tidung says:

    Jembatan cinta pulau tidung telah selesai di perbaiki, terdapat dua buah saung di sepanjang jembatan.
    sekedar info bagi yang ingin berkunjung.

  2. Pulau Tidung says:

    Yang pasti, tidung 2 tahun yang lalu dengan sekarang, banyak perubahannya.

  3. Pulau Tidung says:

    Dermaga baru telah di buat juga, untuk sandar kapal snorkling.
    Salam

  4. Pulau Tidung says:

    Cerita cinta emang selalu bikin penasaran banyak orang.
    Salam Gan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s