Sebuah Catatan Liburan di Awal Februari

Posted: February 7, 2011 in UpDate

Tak lebih dari dua jam lagi saya sudah harus meninggalkan kota Jember, kota kelahiran saya. Liburan yang seharusnya cukup lama, kurang lebih 10 hari terasa seperti 10 jam saja. Sunyinya, dinginnya, dan masyarakat “telo-lema“-nya (baca: Madura Jember) membuat susah untuk berpisah. Bahkan kata “macet” yang dulu asing di Jember, sekarang sudah mulai akrab bagi masyarakat Jember ketika pagi menjelang. Jalan Jawa masih seperti dulu, padat, tidak pernah mati siang-malam penuh dengan mahasiswa cangkrukan menghabiskan masa-masa mudanya. Alun-alun kota sudah menjadi lebih rapi dan bersih. Beberapa public interest juga mulai bermunculan. Sayang, ada satu mall yang tutup, bangkrut tidak laku katanya. Dari kunjungan akhir saya ini, ada hal yang cukup mengganjel saya, banyak tulisan spanduk yang provokatif dengan tendensi ngompori tersebar di jalan-jalan protokol. Memang kondisi politik di Jember saat ini sedang memanas menyusul dua orang utama di Jember tersandung kasus korupsi, bupati dan wakilnya. Gubernur Jatim pun telah menunjuk PLH bupati Jember yaitu Inspektur Provinsi Jawa Timur. Mungkin ini yang menyebabkan para pendukung setia bupati berang. Kenapa bukan Sekda-nya saja yang jadi PLH? Belum lagi adanya mosi tidak percaya para anggota DPRD pada ketua DPRD-nya. Entah karena masalah apa. Politik dimana-mana tak ada habisnya, selalu begitu.

Beberapa hal sudah saya lakukan selama liburan. Tapi juga ada beberapa hal yang belum dilakukan. Selama seminggu saya telah menikmati beberapa makanan kesukaan, makan lontong kupang pedas di depan RSUD dr. Sutomo, Surabaya; rujak cingur handmade buatan ibu tercinta; mie jember di Jalan Jawa, Jember; jangan katu dan tempe mendol di rumah; serta tak ketinggalan sambel terong spesial ala ibu saya. Sungguh makanan yang sangat langka di daerah tempat saya tinggal, Tangerang.

Sesaat ketika menikmati Lontong Kupang depan RSUD dr. Sutomo

Sesaat ketika menikmati Lontong Kupang depan RSUD dr. Sutomo, Surabaya

Selama seminggu ini saya juga telah jalan-jalan bersama keluarga, Tanjungbumi, Pulau Madura menjadi tempat pertama yang saya kunjungi; SMK Tlogosari, Bondowoso di kaki gunung tempat bapak saya bekerja menjadi tujuan kedua saya; rumah mbah di Goldenhill a.k.a. Gumukmas juga telah saya kunjungi; dan juga beberapa tempat di Jember.

Namun, masih ada juga beberapa rencana yang belum saya laksanakan disini. Menjenguk mbah di Banyuwangi urung dilakukan, karena pada akhir Ahad kemarin ibu saya sakit. Mengunjungi sahabat lama saya di Jember pun tak juga terlaksana,maaf teman. Jalan-jalan sekeluarga untuk makan bersama di luar dan karaoke sejenak di Happy Puppy juga tidak jadi dilakukan, mengingat aktivitas adik saya “sang cabid” (calon bidan) yang super sibuk. Tak enak rasanya jika pergi hanya bertiga ataupun berdua saja apalagi seorang diri. Beberapa makanan yang masih saya impikan dan belum sempat untuk dicicipi adalah bakso khas mahasiswa di Jalan Bangka, es krim domino yang bersejarah, ayam goreng Talangsari, dan nasi pecel yang super enak entah dimana di Jember juga.

Akhirnya, saya berterima kasih buat bapak, ibu, adik untuk liburan yang menyenangkan ini. Mungkin saat lebaran saya bisa pulang kembali.

semeru st., jember, sesaat sebelum berangkat ke surabaya, Senin, 7 Februari 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s